Ani melihat Ririn memang pakai kulot batik, jadi si bapak bilang celana batik, padahal itu kulot batik dan kemejanya memang hijau polos. Tentu saja Ani tambah tercengang karena Ririn punya kartu VIP. Tentu nggak kaleng-kaleng. Pasti yang memberikan adalah dokter Langit atau ibunya Elang, karena ibunya Elang adalah pemilik Rumah Sakit ini. Tapi tentu Ani tidak berani cerita pada siapa pun kalau dia tahu hal itu. Bisa-bisa dia digantung karena rahasia tersebut tidak boleh diketahui oleh orang umum. “Om Elangnya kok bobo terus? Memang Om Elang nggak mau ngobrol sama aku?” tanya Mentari dengan polosnya. “Jawab Lang, kamu nggak mau ngobrol sama Mentari? Apalagi mau pergi. Kan kamu bilang mau pergi ke mall. Ayo bangun dong,” ucap Ririn. Apa aku kasih tahu Mentari saja kalau kamu nggak sayang

