“Elang menggenggam tanganku, dia menggenggam tanganku, teriak Ririn. Dian yang masih di ujung pintu sambil menghapus air mata juga ikut berlari ke arah brankar Elang. “Benar, denyut jantungnya itu melompat cepat. Lihat perhatikan grafiknya naik tinggi,” kata dokter Junaedi. “Kamu marah ya aku bilang mau lapor Mentari enggak usah datang karena kamu nggak sayang dia? Kalau kamu sayang Mentari ya bangun,” pancing Ririn lagi. Dia sengaja mengajuk hati Elang. Semua memperhatikan, tangan Elang memang semakin erat menggenggam tangan Ririn. Dian hanya bisa tambah terisak melihat bahwa putranya bereaksi seperti itu setelah 14 hari tanpa perkembangan. Ririn mundur sesuai dengan permintaan para dokter tapi tangannya masih memegang tangan Elang. Dokter memeriksa tanda vit4l dari Elang dan mereka

