"Mau ke mana?" Pertanyaan pertama yang Arza lontarkan kala Areta mengambil tasnya. Gadis itu, menaikkan satu alisnya, seolah bertanya, "kenapa?" pada Arza yang baru saja bertanya. Itu pertanyaan yang lumrah untuk dua orang yang terbilang dekat. Tapi untuk hubungan seperti mereka ini, itu adalah pertanyaan yang cukup aneh dan janggal di rasa. "Kenapa?" Akhirnya pertanyaan itu terlontar dari mulut Areta. "Kenapa, kenapa?" Dan Arza malah menanyakan hal yang sama. Bingung juga dengan pertanyaan yang Areta lontarkan. Memangnya ada salah ya dengan pertanyaannya barusan? Dia rasa tidak. Tarik nafas dalam, lalu hembuskan. Sedang berbicara serius saja Arza sebegini menyebalkannya. "Saya mau pulang. Urusan saya udah selesai, jadi mau apa lagi?" ucap Areta. Itu realistis bukan? Buat apa juga di

