“Assalamualaikum,” ucap Anze setelah menutup rapat pintu utama rumah besar itu. “Waalaikumsalam,” balas ayah yang sedang duduk santai di sofa single ruang keluarga. Berjalan terlebih dahulu pada ayah, untuk mencium punggung tangan sang kepala keluarga lalu bertanya, “Mama mana, Yah?” Kala dirinya sama sekali tidak melihat eksistensi sang ibu di sana. “Lagi buatin kopi buat Ayah,” jawab ayah sambil menoleh pada jam digital di pergelangan tangannya. “Baru jam segini, tumben udah pulang. Nggak kelayapan dulu?” Begitu tanya ayah pada Anze yang mendengus pelan mendengarnya. Ayahnya memang aneh, Anze akui itu. Jangan bilang dia durhaka, karna kalian lihat sendiri bukan? Percaya saja, hanya ayahnya yang bertanya demikian pada anaknya yang baru saja pulang ke rumah. Melengos dari sana, berjal

