Terlalu lama, bahkan Diko juga tidak mengangkat telponku. Aku menunggunya cukup lama semenjak menerima telpon dari Bimo. Bak menghilang begitu saja. Padahal aku sangat ingin ke rumah kak Bimo saat ini. Apa dia sedang sibuk atau bagaimana?. Tumben sekali dia mematikan ponselnya. Ia sedang rapat penting atau bagaimana?. Please, dia membuatku khawatir saja. "Nabilla, minum dulu susunya, nak." Aku mengambil gelas yang dibawa sama mama. Meminumnya hingga tandas, lanjut lagi jalan bolak balik tidak karuan. Mencoba menelpon Diko lagi, tapi mbak-mbak operator saja yang menyahutiku. Awas saja kalau aku melakukan hal yang sama, bisa di pastika dia uring-uringan sepanjang hari. "Kenapa, nak?" Tanya mama. Mama jadi ikut khawatir karena ku. Ini sudah hampir satu bulan mama tinggal denganku. Bia

