Pulang

2012 Kata

Entah bagaimana caraku mengutarakan perasaan ini. Antara senang dan sedih. Aku senang karena pada akhirnya keluarga kecil yang di idam-idamkan bisa terkabul juga. Melahirkan seorang putra dalam keadaan sehat, dan baik-baik saja. Aku bahkan sampai tidak mengerti lagi bagaimana cara mengungkapkan perasaan ini. Akan tetapi, aku merasa sedih juga. Ternyata, begini lah sakitnya melahirkan seorang buah hati. Butuh banyak waktu, banyak perasaan dan banyak hal yang harus dikorbankan. Terlebih selama hamil, banyak sekali yang aku rasakan. Maka tak pantaslah seorang anak berdusta pada kedua orang tuanya. Tak pantas untuk durhaka. "Sayang, kok baby-nya belum bangun ya? Aku mau gendong." Ujar Diko, sudah berulang kali. Kalau aku tidak ada kerjaan dan menghitungnya, mungkin sekitar 10 kalian dia mena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN