Kakak Bimo tiba-tiba saja datang saat masih subuh. Dia memaksa masuk, sangat tidak sabaran. Untung saja aku sudah bangun jadi bisa tahu alasannya ke rumah dengan begitu memaksanya. Ia emosi, bahkan sampai menggebrak meja. Aku sampai meringis ngeri melihat Diko dan Bimo yang bicara di bawah. Hanya sebagai penonton, itu lah pekerjaanku. Aku sudah tahu alasannya kemari, perihal penyesalan yang sebenarnya sudah tidak pantas di sesalkan. "Kamu tahu bagaimana rasanya dipisahkan, Diko. Kenapa kamu memisahkanku dengan Siti?" Hey! Kemarin dia mengatakan terserah setelah aku memberinya opsi sebelum benar-benar memisahkan mereka. Sekarang setelah semuanya sudah terjadi, baru merengek. Ah, semuanya sama saja. Kenapa tidak tegas di awal? Kenapa harus menyesal di akhir? Kenapa harus sakit dulu baru b

