Saat makan siang, aku sengaja membuat Siti berada di dalam kamar saja dibandingkan dengan makan siang bersama kita. Aku menyuruh yang lain untuk mengantarkannya. Dia sudah cukup tertindas dengan tatapan Fira. Aku juga tidak menyangka hal ini bisa terjadi. Hubungan rumit yang hampir sama dengan yang aku rasakan dulu. Andai bisa, aku akan memilih salah satu. Tapi, mau bagaimana lagi?. "Bagaimana perasaan kalian beberapa hari ini? Menjadi pengantin baru itu enak kan?" Tanya Diko tiba-tiba, di tengah suara dentingan sendok ini. Aku memperhatikan raut wajah keduanya, tampak tidak nyaman. Terutama Fira yang menatap dalam Bimo, sedangkan Bimo menatap piring nasinya. Ada perbedaan diantara keduanya. "Not bad. Mungkin sama seperti pasangan pada biasanya." Jawab Bimo, dan tidak tampak berselera

