"Diko! Bantu aku!" Teriakku. Aku tanpa sebab mengatakan itu, tapi ingin melihat bagaimana reaksi dari perempuan yang memiliki nama Flora itu. Dan benar saja, perempuan itu berbalik badan namun hanya sebentar karena harus pergi dengan pria yang aku duga adalah suaminya. Benar, besar dugaanku kalau perempuan itu lah yang bernama Flora, perempuan yang ada hubungannya dengan masa lalu Diko, perempuan yang memiliki kenangan indah dengan Diko, dan perempuan yang disembunyikan Diko dariku. Cantik. Dia sangat lah cantik, tapi itu tidak cukup. Mungkin ada sesuatu yang membuat mereka tidak bisa saling melupakan. Diko menghampiriku, mengambil alih keranjang belanjaan yang sudah penuh dengan belanjaan kebutuhan kita selama disini. Dia memang memegang keranjang ini untukku, tapi dia tidak fokus. S

