Kami bangun tengah malam karena kelaparan. Mungkin karena terlalu kelelahan sampai membuat kami kelolosan seperti ini. Makanan yang sudah aku buatkan untuk Diko terpaksa dibuang karena sudah tidak enak lagi. Juga karena tidak tahu apa saja yang sudah menghinggapinya selama kami tidur di kamar. Mungkin saja sudah ada lalat yang hinggap atau hewan lain. Daripada mengambil resiko dan menyebabkan kita sakit nantinya, lebih baik dibuang saja. Sebenarnya Diko melarangku untuk masak tengah malam seperti ini. Kita masih punya banyak makanan yang sudah di beli. Tapi aku menolak, memilih untuk memasakannya saja. Ini juga tugasku sebagai istrinya, memastikan dia dalam keadaan yang baik-baik saja, termasuk dari kelaparan. Lagipula, makan makanan ringan saja tidak cukup. Perut tidak bisa cukup dengan

