Sepulangnya dari pesta, Diko seperti anak kecil. Mengikuti kemanapun aku pergi. Aku ke bawah untuk membuat s**u hangat sebelum tidur, dia ikut. Aku sengaja pergi ke taman, menghirup udara malam, dia juga ikut. Bahkan sampai aku ke kamar Oma untuk memastikannya sudah tidur atau belum, dia juga ikut. Yang paling anehnya adalah senyuman itu. Aku tahu maksudnya, tapi aku belum kepikiran untuk melakukan hal itu saat ini. Aku lelah, kalau aku mengizinkannya, bisa-bisa dia melupakan waktu, bahkan melupakan kondisi ku yang sedang mengandung anaknya. "Sayang, masa iya aku gak boleh melakukan 'itu'? Kan aku juga mau kayak Bimo, malam pertama." Ujarnya, mengikutiku. Padahal aku sengaja bolak balik di depan televisi, dengan tujuan yang sama sekali tidak pasti. Sekedar berjalan, toh juga untuk melanca

