Fira Keguguran

1425 Kata

"Sayang, ayo lah. Antar aku ke kantornya Bimo. Aku tidak tahu tempatnya," pintaku. Sudah berapa kali aku meminta Diko untuk mengantarku, dia selalu saja mengabaikannya. Sengaja sibuk membaca tumpukan laporan yang ada di depannya, sengaja menyuruh sekretarisnya untuk masuk ke dalam ruangannya. Dan yang lebih kesalnya lagi, ini adalah kali ke-empat sekretarisnya masuk tanpa alasan. "Masuklah," ucapnya. Ia pasti menelpon sekretarisnya untuk masuk lagi. Dan benar saja, tidak lama setelah itu masuklah ia dengan raut wajah cengo, tidak mengerti alasan kenapa dia disuruh masuk terus ke dalam ruangan ini. "Ada apa, pak?" Tanya nya. Duduk tidak nyaman, sedangkan aku menatapnya tajam. Mereka berdua, sengaja membuatku kesal. Aku melempar bolpoin yang sebelumnya aku rebut dari Diko. Mengambil tas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN