Ikuti Rumus Air

1811 Kata

Hari adalah jadwalku USG dengan dokter Cantika. Diko sudah menelponnya kemarin malam, dan siang ini kami akan meluncur ke sana. Diko masih kerja, aku memaksanya untuk masuk ke kantor meski awalnya dia terus saja menolak. Aku hanya tidak mau dia dicurigai oleh karyawannya sendiri. Kini aku menunggunya pulang menjemputku. Oma sudah sering kali mengatakan ingin ikut USG, tapi Diko melarangnya dengan alasan dia akan naik-turun tangga yang akan membuatnya kelelahan. Dan benar saja Oma percaya, padahal ada lift yang masih bisa ia gunakan nantinya. "Sayang!" Aku bangun, mematikan televisi dan mengambil tas. Ia berlari menghampiriku, membawa tasku. Dengan santainya dia menyampirnya dia bahunya, menghilangkan citranya sebagai seorang pemimpin perusahaan. Banyak pria yang enggan membawakan tas pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN