Tentang Berbagi dan Cinta

1842 Kata

"Sayang, biar aku saja!" Aku menghela nafas panjang, kesal dengan semua ini. Aku tidak tahu kalau Diko akan membuatku seperti ini. Ia tidak membiarkanku untuk melakukan apapun, bahkan untuk makan pun dia menyuruhku untuk tetap di dalam kamar. Ke kamar mandi, dia senantiasa ikut. Bahkan pernah saat dia mandi, aku keluar dari kamar dan menonton Televisi di bawah karena bosan seharian, tidak lama setelah itu Diko keluar dari kamar dengan keadaan shirtless, hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya bahkan rambutnya masih basah oleh shampo. Ini bahkan tiga minggu dia bekerja dari rumah, setelah tiga minggu ke luar negeri. Aku jadi penasaran, sebenarnya dia memang bossnya atau tidak? Kenapa tidak bekerja di kantornya? Melihat kinerja karyawannya secara langsung. Dia malah m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN