Raka tiba-tiba saja mengirim kan pesan pada Arabella. Keluarga nya akan mengadakan makan malam dan Arabella di wajibkan untuk datang ke sana.
Arabella yakin sekali. Pasti undangan makan malam itu hanya lah akal-akalan keluarga nya Raka saja.
Sampai saat ini, surat kepemilikan apartemen itu belum di berikan oleh Arabella. Jelas saja, karena apartemen itu telah kembali pada pemilik nya.
"Kamu mau kemana?" Tanya Mita saat melihat Arabella yang sudah berpakaian rapi. Adik tiri nya itu selalu saja penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Arabella di luar sana.
"Aku? Mau ke rumah mertua dong. Maka nya, kamu nikah. Supaya kamu juga bisa memiliki mertua seperti aku."
"Banyak omong! Belum tentu juga mertua mu baik."
"Oh ya? Kamu seperti nya tahu banyak tentang mertua ku. Apa jangan-jangan...."
"Jangan berpikir yang tidak-tidak, Arabella."
Hahahhahahaha
"Ya. ya. Aku pergi dulu. Kasihan suami ku sudah lama menunggu."
Setelah mengunci pintu kamar nya dengan kode rahasia, Arabella pun pergi. Ia sengaja mengunci pintu kamar nya karena tidak ingin Mita mengacak-acak kamar itu.
Raka pun sudah menunggu di depan rumah. Sebuah mobil yang di beli dengan uang Arabella, kini terparkir di depan rumah itu.
Arabella langsung masuk ke dalam mobil dan mereka meluncur ke apartemen milik nya. Kemana lagi tujuan mereka. Memang sejak dulu, keluarga itu selalu merepotkan Arabella.
"Kita sudah sampai. Ayo turun, sayang." Ucap Raka masih berusaha romantis. Arabella pun berpura-pura memberikan tangan nya pada laki-laki itu.
Mereka masuk ke apartemen yang di dalam nya di penuhi dengan manusia munafik.
"Hay kakak ipar. Akhir nya datang juga. Kami sudah menunggu sejak tadi." Ucap adik nya Raka yang bernama Tina.
"Maaf ya, Raka terlambat menjemput kakak."
"Oh begitu. Tapi, kakak bawa sesuatu kan untuk kami."
"Maksud nya? Sesuatu yang bagaimana?" Arabella masih saja berpura-pura tidak tahu.
"Harus nya kak Bella itu tahu diri. Datang ke rumah mertua wajib bawa buah tangan. Ini, malah datang dengan tangan kosong."
"Maafkan Kakak, ya. Tadi terburu-buru. Abang mu juga tidak mengatakan apapun."
Adik nya Raka seperti nya kesal. Karena dulu, ketika Arabella berkunjung ke tempat mereka, pasti ia membawa banyak sekali hadiah dan juga makanan. Tapi saat ini, Arabella tidak membawa apapun.
"Sudahlah, ayo kita duduk dulu. Raka, bawa Arabella ke ruang tengah." Ucap Ibu nya Raka.
Arabella pun di bawa ke tengah keluarga itu. Ayah nya Raka, sedang duduk santai sambil menonton televisi. Sesekali ia makan cemilan bersama putri bungsu nya.
"Apa kabar, Ayah." Ucap Arabella berbasa-basi. Ia pun langsung duduk.
"Baik. Tapi, uang jajan Ayah nanti kamu tambahkan lagi, ya."
Arabella hanya tersenyum pahit. Sejak dulu pria tua itu masih saja tak tahu diri. Ibu dan Raka pun duduk di samping Arabella. Mereka pun mencoba untuk berbicara dengan Arabella.
"Apa kamu sudah hamil, Arabella?"
"Belum, Bu. Bella tidak tahu mengapa sampai saat ini belum bisa hamil."
"Apa kamu sudah ke dokter?"
"Belum juga. Karena Raka mengatakan kami baru menikah. Jadi, tidak perlu memikirkan hal itu dulu."
"Tidak bisa. Raka adalah satu-satunya anak laki-laki ku. Hanya keturunan diri nya lah yang bisa melanjutkan garis keturunan keluarga kami."
"Jadi, Bella harus bagaimana, Bu?"
"Ibu akan pilihkan seorang istri untuk Raka. Kamu harus bersedia di madu."
"Tapi, Bu. Ini masih terlalu cepat. Kami bahkan belum setahun menikah."
"Bella, jadi menantu harus menurut. Jika tidak, bisa saja Raka meninggal kan mu. Apa kamu mau, kalian cerai?"
"Tidak, Bu."
"Maka dari itu, izinkan Raka menikah lagi."
"Baiklah. Aku setuju. Tapi, aku mau calon istri nya Raka harus yang masih pera-wan. Supaya tidak ada nya salah paham di masa yang akan datang. Dan, mereka hanya bisa menikah siri. Aku, tetap sebagai istri utama."
"Baik. Kami setuju. Ibu juga sudah memilih beberapa calon yang sesuai. Nanti, kamu saja yang memilih mana yang tepat untuk Raka."
"Baik, Bu. Bella menurut. Asal kan, Ibu tidak membenci Bella. Bella tidak bisa jika Ibu tidak menyukai Bella."
"Sudah, jangan sedih. Ibu sayang sekali pada mu. Kamu itu adalah menantu terbaik Ibu. Tapi, bagaimana dengan apartemen ini? Apa kamu tidak jadi memberi hak kepemilikan nya pada kami?"
"Maafkan Bella, Bu. Bella harus meyakinkan pengacara keluarga Bella dulu. Supaya mereka tidak curiga. Dan rencananya, Bella juga akan memberikan rumah untuk adik-adik nya Raka."
Wajah Ibu nya Raka langsung berubah menjadi sumringah. Ia sangat senang ketika mendengar hal itu. Tidak tahu saja, padahal Arabella hanya mengarang cerita.
Sungguh sangat indah pemandangan di depan nya saat ini. Ia bisa dengan mudah mempermainkan perasaan mereka semua.
******
Dua hari kemudian..
Ibu nya Raka benar-benar menepati janji nya. Ada 7 orang gadis cantik yang akan di temui oleh Arabella. Rencana nya, ia sendiri yang akan memilih mereka.
"Bella, ini lah gadis-gadis pilihan Ibu. Bagaimana menurut mu?" Ibu nya Raka pun ada di sana untuk melihat proses itu.
"Cantik semua nya. Bella jadi bingung memilih nya. Apa mereka semua pera-wan?"
"Tentu saja. Ibu sudah memeriksa mereka ke rumah sakit."
Arabella benar-benar tidak menyangka jika Ibu nya Raka berusaha sampai sejauh itu. Dan Arabella sengaja meminta persyaratan itu, agar adik tiri nya Mita tidak bisa ikut dalam sandiwara yang telah ia rangkai.
Tidak bisa di bayangkan, bagaimana kesal nya Mita saat tahu Raka akan menikahi gadis pera-wan.
"Bu, aku menyukai mereka berdua. Bagaimana kalau Raka menikahi mereka berdua sekaligus?"
Sontak hal itu membuat Ibu nya Raka terkejut. Wanita itu tidak menyangka jika menantu nya sepengertian itu.
"Kamu tanya suami mu dulu. Apa dia mau?" Mereka berdua pun melihat ke arah Raka. Raka hanya senyum-senyum saja dan mengangguk.
Arabella jelas tahu bagaimana sifat Raka setelah ia mencari tahu dari teman-teman pria nya. Bagaimana mungkin, ia tidak mau menikahi dua gadis pera-wan sekaligus.
"Raka, apa kamu mau menikahi mereka berdua?"
"Aku.."
"Aku ikhlas jika mereka bisa memberikan mu keturunan."
"Tapi, kenapa dua?"
"Kita tidak tahu, di antara mereka mana yang lebih dulu ha-mil. Dan aku, ingin melihat mu bahagia. Aku tidak mau jadi istri yang egois. Aku tahu, aku tidak sempurna karena penyakit ku. Semoga saja, kamu menerima niat baik ku."
"Bahkan, Arabella. Aku terima niat baik mu. Kamu memang istri terbaik sedunia. Aku janji akan adik dengan kalian."
Raka memeluk Arabella erat. Dalam hati nya ia begitu bahagia. Kapan lagi bisa menikahi dua gadis pera-wan yang cantik jelita. Rasa nya, ia sudah tak sabar lagi.
Namun, ada satu hal yang dilupakan Raka. Mita juga minta di nikahi dan ingin menjadi istri kedua. Hal itu, akan di pikirkan nanti. Yang penting, sekarang ia sangat bahagia."