Jojo lalu mengantarkan Arissa pulang ke depan apartemennya. Di sepanjang perjalanan, mereka berdua sama sekali tidak saling berbicara. Arissa sibuk dengan pikirannya sendiri sementara Jojo hanya sesekali meliriknya dengan gugup dan rasa bersalah. Hanya bunyi radio saja yang memecah kesunyian tak berujung diantara mereka berdua. Bagi Jojo, perjalanan pulang hari itu terasa lamaaaa sekali karena biasanya Arissa selalu banyak bercerita pada Jojo. Tentang apapun dan siapapun. Jojo juga. Mereka selalu menjadi pasangan partner in crime yang sempurna dari bangku kuliah. Hari ini, mereka berubah menjadi sepasang orang asing yang berada di dalam mobil yang sama. Hiks… Jojo benar-benar ingin menangis saat membayangkan situasinya sekarang. Cepatlah sampaiii…. Dalam waktu 15 menit, mobil Jojo berhent

