13 KEPUTUSAN TAK TERDUGA

891 Kata

Wajah Anne di ujung sana tiba-tiba berubah cerah saat mendengar suara Arissa menjawab teleponnya. “Hei, Arissa… apa kabar? Maaf, apa aku menganggumu?” tanya Anne dengan nada sungkan. “Tidak, aku hanya baru saja selesai makan siang. Ada apa?” balas Arissa santai dengan ekspresi sedikit bingung. Anne jarang sekali meneleponnya. Kali ini, pasti ada sesuatu yang cukup penting. “Umm.. ini… tentang Suster Hua.” Jawab Anne lagi. Suaranya terdengar semakin lama semakin kecil. Tubuh Arissa seketika itu juga menegang setelah mendengar nama tersebut. “Ada apa dengan Suster Hua?” “Maaf, Rissa. Penyakit diabetesnya kambuh lagi dan kami tidak punya dana lebih untuk membeli suntikan insulin untuk beliau. Sebenarnya, ini inisiatifku untuk menelepon dirimu karena Suster Hua tahu kalau kau baru saj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN