Khilafku

1325 Kata

Didalam ruangan berukuran 3x4 meter persegi ini aku duduk sambil menatap tembok kosong di hadapanku. Sudah hampir dua minggu keberadaanku disini. Sepi, bosan, jenuh dan lelah lahir batin yang dapat kurasakan. Hanum sudah lama tidak mengunjungiku. Mungkin dia sedang sibuk mengurus rumah dan usaha warungnya yang sempat tertunda. Padahal seharusnya minggu kemarin dia sudah harus memulai membuka warungnya. Kesibukannya sebagai seorang istri yang tidak pernah ada habisnya. Tidak pernah sekalipun dia akan membantah semua ucapan dan perintahku. Bahkan, tanpa diminta pun dia akan mengerti apapun kebutuhan dan keperluanku. Tapi itu dulu, sebelum Hanum berubah seratus delapan puluh derajat. Dia mulai berani menjawab, sudah berani membantah ucapan dan perintahku. Bahkan berkata dengan ucapan kasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN