Dia Anakku

1256 Kata

Senja telah datang, warna kemerahan sudah mulai muncul di ufuk barat. Waktu sholat ashar telah berlalu, namun sosok Hanum masih belum muncul juga. Entah dimana dia berada saat ini. Aku menunggunya sedari tadi dengan perasaan yang tak menentu. Berharap kabar baik dibawanya pulang.   Tadi, pagi-pagi sekali dia telah pergi bersama Haydar. Berburu dengan waktu antara mengantarkan Haydar ke sekolah kemudian mengurus beberapa hal terkait masalah suaminya. “Bu, Mas Dandi telah dipastikan terlibat kasus korupsi penggelapan dana rehabilitasi gedung. Nilainya sekitar satu milyar lebih.” cerita Hanum beberapa hari yang lalu setelah Hanum mengunjungi Dandi yang sedang di periksa TIPIKOR. Hatiku mencelos, lutut yang terasa lemah membuatku limbung seketika. Kalau saja Hanum tidak memegangiku, mungki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN