Kamu dan dia

1337 Kata

Malam ini tampak begitu gelap, tak terlihat satu bintangpun menghiasi langit. Bulan baru masih tersembunyi, belum kunjung memperlihatkan siluetnya. Duduk di teras rumah dengan secangkir kopi sambil menghisap rokok menjadi kebiasaanku akhir-akhir ini. Mata yang tak mampu terpejam di kala malam datang, dengan berbagai pikiran yang berkecamuk di hati. Mungkin ini hanyalah perasaan hampa yang telah lama kurasakan. Yang selama ini betah bersemayam di hati dan enggan berlalu. Beginilah, rasa di hati seorang duda yang telah lama ditinggal pergi oleh istri tercintanya. Tak mampu diungkapkan dengan kata-kata bagaimana rasanya harus menjalani malam-malam sepi dan dingin di pembaringan. Sedih? Pasti, ketika bayangan Maura berseliweran di pelupuk mata. Senyumnya yang khas mengisi ruang di hati yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN