Kemungkinan Terburuk

1254 Kata

“Mbak harus bersiap-siap untuk kemungkinan terburuk,” ucap Pak Sakti ragu-ragu. “Kemungkinan terburuk bagaimana, Pak Sakti?” tanyaku penasaran. Kalau sebelumnya perasaanku sudah lumayan santai dan tidak lagi ada beban yang menghimpit, berbeda dengan saat ini. Aku jauh merasa lebih takut daripada setelah mendengar Haydar harus berada di balik jeruji besi. Bukankah semua sudah baik-baik saja seperti yang diucapkan oleh Pak Hadi? Lalu, ada apakah sebenarnya ini? “Pak Sakti mau bilang apa? Jangan membuat saya semakin penasaran dan terus berpikiran buruk.” “Kita duduk di sana dulu sebelum ke ruangan tempat Mas Haydar berada.” Pak Sakti berjalan lebih dulu di depanku sambil menunjuk sebuah kursi panjang di pinggir taman. Sebuah lampu taman berwarna terang berada di sebelah kursi, membuatk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN