Finlandia

1439 Kata

Kubiarkan saja Mas Farid dengan gawainya, sementara aku membereskan meja sisa makan siang kami. Setelah meja bersih dari piring, aku segera duduk kembali dengan tangan bertumpu di atas meja. Sambil menatap Mas Farid yang sibuk dengan gawainya. Menggunakan sudut mata, Mas Farid melirikku. Beberapa saat kemudian ia meletakkan gawainya di atas meja. Dalam posisi duduk yang sama, berhadapan denganku. Matanya melihat langsung ke arahku, sementara bibirnya tersenyum lebar. “Ayo, kuantarkan pulang.” Mas Farid tiba-tiba mengajakku pulang tanpa memberikan penjelasan tentang pembicaraan yang dimulainya tadi. Alisnya berkerut melihatku tak beranjak dari tempat duduk, bahkan masih dengan posisi duduk menatap lurus ke arahnya. “Kenapa?” tanyanya lembut. “Mas tidak merasa harus menjelaskan sesuatu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN