“Adik senang sekali ya, bisa berkumpul terus liburan sama-sama gitu?” Mas Dandi memancing Jasmine lagi, kulirik mereka berdua, lalu sudut mata Mas Dandi kembali tertuju padaku. “Iya dong, Yah. Adik seneng sekali. Seru ... banget!” “Seru mana, jalan-jalan dan liburan sama Ayah atau sama siapa itu .... emmm—“ “Om Farid?” Jasmine segera menebak siapa yang dimaksud oleh Mas Dandi. Tanpa bersuara, Mas Dandi menjawab dengan anggukan. Senyum kecut tersirat di bibirnya. “Seru sama Ayah, dong. Adik penginnya sama Ayah, gak mau sama yang lain. Tapi ... kapan? Ayah masih lama ya, di sini?” Mas Dandi menatap wajah Jasmine dengan penuh rasa bersalah. Terlihat jelas kini matanya memerah, dengan getar di bibirnya. Semoga Mas Dandi menyadai kekhilafannya selama ini. Meskipun sudah terlambat untuk mem

