“Apa maksudmu, Mas?” “Kita rujuk. Kita menikah kembali. Aku janji, aku akan berubah. Aku janji akan menjadi suami yang baik, yang sayang pada anak-anak kita. Aku janji,” ucap Mas Dandi cepat. “Lalu ... mau Mas kemanain, si Nola?” tanyaku singkat. Air muka Mas Dandi seketika memerah. Entah karena malu atau karena terkejut dengan pertanyaan yang muncul dari bibirku. Menurutku, Mas Dandi harus disadarkan kembali atas perbuatannya terdahulu yang menyebabkannya harus berakhir dan meringkuk di Lapas ini. “Jangan bicarakan orang lain, Yang. Kita cukup membahas tentang kita saja. Demi anak-anak dan demi cinta kita. Aku yakin kamu masih mencintaiku seperti aku mencintaimu, Yang.” Wajah Mas Dandi memelas dengan kedua tangan ditangkupkan di depan d**a. “Cukup, Mas!” seruku. “Aku tidak ingin m

