Mobil yang membawa rombongan kami dikemudikan oleh Mas Farid. Mobil berukuran besar dan luas sehingga kami merasa nyaman. Mas Farid mengemudikan dengan santai. Suasana riuh rendah karena suara anak-anak. Kami benar-benar seperti keluarga besar. Bahkan ibu mertuaku merasa nyaman bersama dengan orang lain. Bukan orang lain, tapi orang yang tidak ada ikatan keluarga. Ibu sudah mengenal Mas Farid dan Mbak Widya dengan baik. Ibu pun mengerti bahwa kedua orang itu sangat berjasa dalam hidupku selama bangkit dari keterpurukan. Ibu mertuaku saat ini sudah kuanggap sebagai ibuku sendiri. Kasih sayangnya padaku, pada anak-anakku pun sepertinya tidak luntur. Entahlah apa yang membuat ibu begitu betah tinggal bersamaku. Mungkin saja karena rasa bersalahnya karena Mas Dandi yang telah menyia-nyiakan

