Ponsel diatas meja kerjaku berdering. ‘Istriku’ tertulis dilayarnya. Kemudian mati. Kembali panggilan itu muncul sampai beberapa kali. Kuabaikan panggilan itu. Aku memblokir panggilan darinya. Rasa jengkel dan kecewa menjadi satu. Selama ini dia telah menjadi istri yang patuh. Namun entah mengapa dia begitu berubah. Berani melawanku, dan berani membantah ucapanku. Tentu saja, aku tidak terima saat Hanum berbicara tidak sopan pada ibuku. Ibu yang telah melahirkan aku. Berkas laporan audit berserakan di meja kerjaku. Dengan nominal yang tidak kecil bagaimana mungkin akan bisa menutupinya. Gaji yang tinggal beberapa rupiah sudah tidak mencukupi untuk menutupi. Kuremas kepalaku. Ditambah lagi dengan kabar yang diberitakan Nola mengenai kehamilannya. Belum lagi Surat peringatan yang telah di

