"Selamat pagi, Mbak Hanum? Sudah pulih total?" Reni, orang kepercayaanku yang bertanggung jawab penuh soal warung menyapa begitu diri ini memasuki pintu warung. Suasana warung pagi ini memang masih sepi, karena belum dibuka. Akan tetapi, kerepotan di dapur jelas sekali terjadi berhubung mereka harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk persiapan pembukaan warung. Pegawai yang lain turut menyapa kemudian secara bergantian menyalami, dan mendoakan kesembuhan. Wajah penuh simpati pun dipeihatkan. Beruntung sekali memiliki mereka sebagai pegawai. "Pagi, semuanya. Alhamdulillah sudah mulai baikan. Terima kasih atas doa dan perhatiannya. Maafkan saya yang tidak berkunjung kemari." "Tidak apa-apa, Mbak. Yang penting Mbak sehat. Itu saja sudah cukup." "Oh ya, Mbak. Pak Sakti melakukan r

