Menyedihkan

1129 Kata

“Jasmine deman, sejak kemarin.” “Apa? Demam? Kenapa?” tanyaku dengan mulut terbuka. Hal ini benar-benar menjadi beban pikiranku saat ini. bagaimana mungkin tidak, semua hal seolah-olah datang secara beruntun. “Tampaknya karena masuk angin. Sejak Mbak di rumah sakit, Jasmine tidak mau diajak pulang sekali pun.” Pak Sakti menjelaskan. ”Saya minta sama Bu Marni agar merawat dan menjaga Jasmine di rumah saja. Takutnya kalau Beliau masih berada di sini, tidak ada yang menjaga Jasmine. Jadi ... maaf kalau saya lancang memberanikan diri untuk menjaga Mbak di sini. Ini semua inisiatif saya.” Secara refleks, tanganku menyentuh kepala, lalu meremasnya dengan kuat. Rasa sakit yang dirasakan oleh kepala ini belum seberapa dibandingkan dengan rasa sakit mendengar kabar putri kecilku pun sedang sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN