Menjelang maghrib mobil memasuki pekarangan rumahku. Lampu teras sudah menyala, karena sebentar lagi maghrib akan tiba. Dari luar, terlihat lampu dalam pun sudah dinyalakan. Begitu mesin mobil dimatikan, pintu terbuka. Ibu dengan daster hijau kembang-kembang favoritnya telah berdiri di depan pintu. Daster itu kebetulan kubelikan ketika kami sedang menikmati olahraga pagi di alun-alun kota. Padahal warnanya sudah kusam, tapi Ibu begitu bangga memakainya. Kata Ibu, bahannya adem, jadi dia betah memakainya. Jasmine lebih dulu turun dari mobil begitu mesin mobil telah mati. Wajahnya tanpa senyum ketika melewati neneknya di depan pintu. Melihat wajah cucunya yang tidak bersahabat, Ibu melihat ke arahku dengan penuh tanda tanya. Baru saja aku menutup pintu mobil, Ibu segera menyongsong keda

