Menyerah!

1062 Kata

“Ayah dan Ibu tidak menemukan kecocokan lagi, Nak. Daripada semakin lama semakin menyakitkan bagi kami, maka solusi yang tepat adalah berpisah.” Mata Jasmine meredup begitu kujawab pertanyaannya. Gadis kecilku yang malang, yang begitu merindukan keluarga utuh. Dia masih terlalu kecil untuk merasakan pahit dan pedihnya perpisahan kedua orang tuanya. “Tidak bisakah Ibu mengalah?” Aku tertegun mendengar pertanyaan dari bibir mungil Jasmine. Pertanyaan layaknya orang dewasa, yang mengarahkan salah satu harus mengalah. Apakah aku memang telah salah memutuskan? Keraguan itu tiba-tiba menjalari hati. Betapa tidak, kupikir selama ini pilihanku adalah yang terbaik. Baik bagiku, juga bagi Mas Dandi. Kami tidak bisa lagi mempertahankan pernikahan karena penuh dengan pengkhianatan dan dusta. “A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN