13. Tiga Perempuan

1786 Kata

Kamu bebas memilih tapi yang pasti aku bukankah sebuah pilihan. _________________&&&________________ "Sumpah lo gila. Gue nggak nyangka punyak sahabat edan macam lo," umpat Ian setelah mendengarkan curhatan Galih. "Lo bilang gitu ke Hasna?" Ian melayangkan pertanyaan dengan tatapan miris. Galih mengangguk dengan ekspresi innocent. "Ya udah klo gitu lo lepasin Hasna. Biar gue yang maju buat dapetin hati dia," ucap Ian menatap ke arah Galih dengan sorot tak percaya. Rasanya Ian ingin sekali memukul kepala Galih dengan sesuatu yang keras agar segera tersadar jika Hasna itu perempuan menarik dan berbeda dengan perempuan yang lain. "Lo jangan macem-macem Ian. Gue ke sini butuh solusi bukan tambah mencari masalah," kesal Galih seraya mengacak rambut ikal miliknya dengan frustasi. "Siapa j

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN