Aldo menikah

437 Kata

Malam ini sama seperti yang lalu, kelam sunyi tak bersuara. Gadis itu tetap memejamkan mata seperti tak ingin membuka. Setiap detik, setiap menit Sean hanya menatap kosong wajah kakak nya itu. Ia menggenggam tangan kakak nya yang dibalut perban karna ada berberapa luka dipergelangan tangan kakak nya itu. "Begitu menderita nya kak? Tubuh mu semakin hari semakin kurus. Sesakit itu kah?"gumam Sean, ia melirik alat pendeteksi jantung. Disana terlihat normal-normal saja, mata nya beralih lagi melihat keadaan sang kakak. "A..aku ingin membantu mu, ta..tapi aku selalu diancam oleh si b*****t itu!"ucap Sean dengan gugup. Ia sendiri tersulut emosi dengan Daddy nya itu, tapi ia tak bisa menyamping jika ia benar diasingkan di negara Prancis maka ia akan sulit lagi untuk bertemu Ara. "Aku tau, k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN