Ara pingsan

867 Kata

Sesampai nya dimansion, Ara hanya berkedip. Ia memegang kepalanya yang berkedut seakan ingin pecah! "Oh ya, makasih ya dam. Lu mau mampir dlu?"tanya Ara pelan karna rasa sakit dikepala nya blm mereda. Adam tersenyum, ia menggeleng seraya mengacak-acak rambut Ara gemas. "Gue balik aja, kayak nya mami nungguin dirumah." Setelah mengatakan itu, Ara menunggu didepan melihat apakah teman nya itu sudah pulang. Memastikan semua nya aman ia melangkah kedalam mansion, sepi sunyi yang ia rasakan. Ia berjalan dengan lemas, kepala nya semakin berdenyut saat ia memaksakan untuk tetap berjalan. Pandangan nya menyorot redup saat semua tertawa dengan bahagia. Disana ada Caca dan Cici anak kakak nya Damian yang tengah berlarian dengan riang, Daddy dan mommy nya sibuk dengan cucu-cucunya membuat mere

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN