Malam ini Adhista sedang berkutat dengan laptopnya. Menulis suatu cerita yang entah akan ia apakan nanti. Sudah beberapa hari sejak Adhista melihat Diratama bersama seorang perempuan di cafetaria dirinya menjadi menyesal dengan tingkahnya dulu. Adhista lalu menutup laptopnya. Membuka sebuah buku diary dan menuliskan sesuatu disana. Di halaman depan tertulis 'Khusus Kamu,' Adhista menyiapkan satu buku khusus untuk menulis semua hari-hari yang terlewatkan bersama atau tentang Diratama. Beberapa halaman sudah dituliskan oleh Adhista. Satu demi satu kata Adhista tuliskan, menyesali perbuatannya itu. Menyesali mengapa dirinya begitu jual mahal kepada Diratama. "Memang benar kata orang, penyesalan selalu datang diakhir. Seperti diriku saat ini," ucap Adhista sambil menuliskan dibuku warn

