Baru saja Fikar mau memejamkan matanya kembali, ponselnya bergetar tanda panggilan masuk. Ternyata dari uminya yang menelfon. "Halo, assalamu'alaikum Mi." [Wa'alaikumsalam, Fik kamu di mana?] "Di rumah Mi, kenapa?" [Anterin Umi ke toko kain bisa? Umi lusa mau ada pengajian akbar tapi harus pake yang seragam. Sedangkan kain buat bikin bajunya ngga ada.] Fikar menatap jam di dinding kamarnya, "Yaudah, Fikar siap-siap dulu ya Mi. Sekitar jam 10 Fikar sampai di rumah Umi." [Oke Nak. Ya sudah, Umi tutup ya. Wassalamu'alaikum.] "Wa'alaikumsalam." Tut, Dengan memaksakan dirinya, Fikar bangun dari tidurnya. Semalam sepulangnya Dania dan kedua orang tuanya, Fikar memang begadang sampai pukul 3 pagi. Dirinya harus mengurus sesuatu sampai merelakan waktu tidurnya terpakai. Dan sekarang, ket

