Sebenarnya dari tadi Dewi sudah gemas sendiri dengan Talita. Ponsel milik perempuan itu tidak berhenti berdering, sampai-sampai telinganya sudah pengang sendiri. "Lit, liat gih siapa yang telfon. Kali aja penting." ujar Dewi dengan nada lembutnya. Bukannya Talita tidak mau mengangkat panggilan itu. Karena dia sudah bisa menebak siapa yang menelfonnya jika satu kali tidak dia angkat maka akan di telfon berkali-kali. Tapi Talita tahu, Dewi mulai resah dengan nada dering ponselnya. Helaan nafas keluar dari mulut Talita, dia memilih menghampiri letak di mana ponselnya berada. Benar saja tebakannya, pria itu yang menelfon. "Halo," [Kamu di mana? Kata Dzakki, kamu ngga di rumah?] Benar-benar tidak ada romantis-romantisnya sama sekali. Berharap itu memang tidak baik. Talita fikir, ketika d

