23. Sedikit Penyesalan

2159 Kata

Seperti yang Joshua janjikan kemarin, pagi ini dia sudah menunggu Talita di depan rumah sahabatnya itu. Senyumnya langsung terbit ketika melihat Talita sudah berjalan kearahnya dengan setelan kerjanya. "Andai ya Lit, semua ngga sesulit ini." gumam Joshua dengan tatapan yang terus mengarah ke Talita. "Udah lama?" tanya Talita ketika sudah duduk di kursi samping kemudi. "Udah hampir dua jam gue di sini tahu." sahut Joshua seraya memasang wajah melasnya. "Kibul bae lu. Udah ah jalan." Talita yakin apa yang Joshua katakan tidak benar. Dia tahu sahabatnya itu yang tidak mungkin datang sepagi itu. Ini saja sangat fantastis melihat seorang Joshua sudah bangun. Biasanya jam segini Joshua masih terkapar di atas kasur. "Mau sarapan apa Lit?" tanga Joshua. Mobil yang di kendarainya sudah tiba di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN