Setibanya di rumah, Fikar langsung membasuh dirinya. Setelah itu, dia menunggu kedatangan adiknya. Tidak lama kemudian, Fikar mendengar suara mobil yang masuk ke pelataran rumahnya. Fikat yakin, itu pasti adiknya. "Assalamu'alaikum." salam Dania ke dalam rumah. Dia melihat masnya tengah duduk di depan TV. Dania langsung menyalimi punggung tangan Fikar, "Mas nungguin aku ya?" "Yaiyalah. Kan Mas yang nelfon kamu." Dania izin ke dapur lebih dulu. Tadi dirinya sempat mampir ke resto guna membeli makanan yang akan dia santap bersama masnya. Tapi sebelum menyantap makanan yang dia beli, sepertinya ada yang mau dibicarakan serius oleh masnya. "Kenapa Mas?" tanya Dania setelah duduk disamping Fikar. "Dan," "Hm?" "Perjodohan bisa dibatalin aja ngga?" Dania sontak mengernyitkan keningny

