Talita buru-buru menghapus air matanya, "Ngga kok Mas. Kelilipan, tadi ada bulu mata yang masuk ke dalem mata." tidak mungkin Talita mengatakan yang sejujurnya. Karena saat ini, hanya dirinya lah yang memahami perasaan yang dia rasakan. Tidak dengan orang sekitarnya. Adit tahu, ada yang tidak beres dengan Talita. Tapi di sini, dia tidak mau masuk terlalu jauh. Tidak ada ikatan apapun di antara mereka , lebih tepatnya belum. "Mau berhenti ke toko itu dulu?" tawar Adit. Barang kali Talita mau mampir ke toko kue itu "Eh, ngga Mas. Jalan aja." "Okey." Dan sangat kebetulan sekali, lampus jalan sudah berubah menjadi hijau yang artinya mobil diperbolehkan jalan. "Lit, mampir bentar ya ke pom bensin." "Iya Mas." Talita hanya memandangi jalanan yang dia lalui. Fikirannya pun tidak terla

