38. Bermaafan

2347 Kata

Entah kenapa, Talita merasa lift yang dia tumpangi sangat lama. Biasanya baru naik langsung sampai di lantai tempatnya bekerja. Tapi tidak untuk saat ini. Ting, Akhrinya Talita bisa bernafas lega. Tapi baru saja kakinya mau melangkah keluar, namanya sudah di panggil dan di suruh menghadap ke ruangan bosnya. "Ke ruangan saya sekarang." Talita masih menghargai Fikar sebagai bosnya, "Baik Pak. Saya mau menaruh tas dulu." Tanpa ada angin apapun, Fikar langsung menutup kembali liftnya. Talita akhirnya mengurungkan niat untuk turun. Mau bertanya, tapi dia sungkan. Ting, Akhirnya mereka sampai di mana lantai ruangan Fikar berada. Ternyata sekertaris bosnya itu sudah datang lebih dulu. "Pagi Pak Adi." sapa Talita yang langsung berdiri di depan meja Adi. "Pagi Neng Talita. Tumben pagi-pagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN