51. Prioritas

2376 Kata

"Lit, lu jadi barengkan sama gue?" tanya Tia yang sudah berdiri di depan kubikel Talita. Talita mematikan kompternya lebih dulu dan tidak lupa, dia menyimpan file berisikan data yang tadi Danu berikan kepadanya untuk dia teliti lagi. Dengan sabar, Tia menunggu Talita yang masih sibuk dengan komputernya. Merasa komputernya sudah benar-benar mati, barulah Talita bamgkit mereka dari kursinya dan menarik tangan Tia tanpa berkata apapun. "Ya kali gue ngelewatin tumpangan gratis Mbak." kekeh Talita yang membuat Tia memutar kedua bola matanya. "Anak gratisan emang." gumam Tia yang hanya ditanggapi tawa oleh Talita. Dia sendiri tidak merasa tersinggung sama sekali dengan apa yang Tia katakan. Ting, Pintu lift terbuka dan mereka kini sudah berada di lobby kantor. "Lit, itu bukannya Dewi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN