50. Perjanjian

703 Kata

Talita masih dengan posisi yang sama. Dia tidak berani membalikkan badannya. Membiarkan pria yang tadi menyahutinya sibuk sendiri. "Sore ini saya mau ke rumah Fika. Mau sekalian saya antar ke rumah sakit?" tanya Fikar seraya mengaduk kopi yang dia buat. Bisa saja sebenarnya dia meminta office boy atau membuat sendiri di ruangannya. Tapi dia tadi memang sengaja mencari keberadaan Talita. Bahkan tadi dirinya sampai mencari ke kubikel perempuan itu. Tapi tidak ada. Dan mencoba mencari di pantry, ternyata benar ada. "Ngga, makasih." dengan segelas kopi yang Talita pegang erat, dia memberanikan diri membalikkan badannya. Setelah itu dia akan lari tanpa memperhatikan pria itu, itu baru ide saja. Nyatanya Talita belum berani menggerakkan badannya. Tapi dengan keberanian yang dia punya, Talita

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN