BERKUMPUL

1611 Kata

"Tuan," sapa Gerard ketika Eduardo dan Edward keluar dari mansion. "Kita ke rumah cicit menantuku, Ger!" titah Eduardo, yang langsung ditanggapi dengan anggukan kepala hormat. Gerard membukakan pintu untuk dua tuannya itu. Eduardo masuk ke kursi penumpang. Setelah merasa nyaman. Baru lah Edward yang menutup pintu mobil. Gerard kira Edward akan duduk bersama dengan kakeknya. Siapa sangka, pria itu malah duduk di depan bersama dirinya. "Tuan?" Gerard merasa heran. "Sudahlah Dad. Kau adalah suami dari Bibi yang mengasuhku, dia juga ibuku. Jadi, kau termasuk orang tuaku," sela Edward enteng. "Tapi ...," Gerard berusaha menyela. "Sudah diam, dan menyetirlah Ger! Aku sudah merindukan keturunan kembarku!" teriak Eduardo kesal. Gerard diam. Ia pun memutar mobil untuk mengemudi, sete

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN