GAIRAH

1532 Kata

Tiga generasi tengah duduk santai di sebuah taman bunga mawar. Tampak Eduardo begitu tenang menyesapkan teh hijau kesukaannya. Teh yang baru saja ia ekspor dari negara tetangga dengan harga tinggi ini, memang benar-benar nikmat. "Bagaimana rasanya, enakkan?" tanya Eduardo sambil tersenyum. Paulina tidak menjawab. Ia hanya mencium baunya saja sudah tidak suka. "Bisakah aku minta kopi pahit saja?" pinta Paulina dengan nada malas. "Ck ... ini teh dari dinasti Ming. Harganya mampu membeli tiga mobil mewah, untuk seratus gram saja," sela Eduardo sedikit kesal. "Ini teh para bangsawan" lanjutnya jumawa. Baik Edward dan Paulina hanya memutar mata malas. Dua cangkir kopi dihidangkan untuk Paulina dan Edward, ternyata pria itu juga tidak suka teh. "Ck ... apa selera kalian tidak bisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN