EDUARDO GABRIELLE GUETTA 2

1391 Kata
Berita kecelakaan Eddiv dan Berliana menjadi pemberitaan utama di media televisi. Keadaan Eduardo makin parah, jantungnya sudah tidak bisa lagi menopang hidupnya lebih lama. Sedang di ruang lain. Sosok tubuh wanita korban kecelakaan telah ditutupi kain putih. Berliana tidak bisa diselamatkan. Sedang Eddiv masih berjuang melawan kematian. "Dia masih dapat hidup, Tuan. Bagaimana?" Tanya seseorang berjas sneli bimbang. Sosok gagah yang menghadap pintu, tampak tenang. Walau dadanya sesak dengan segala tindakan yang mereka ambil sekarang. "Tuanku butuh jantung yang sehat. Persiapkan semuanya. Katakan pada dia. Saatnya untuk berbakti pada orang tua dan menghilangkan semua dosanya," ujarnya dingin dan datar. "Ta-tapi ...." "Laksanakan titah Tuan, Dok!" Sosok tegap dan gagah itu keluar dari ruangan. Dokter itu melaksanakan titah Tuannya. Membisikkan kata-kata yang tadi diperintahkan. Dokter sudah melakuan serangkaian observasi pada pedonor. Dari segi kesehatan tentu saja pedonor sangat sehat. Tidak ada bakteri maupun virus yang ada dalam darah korban. Setelah melakukan observasi. Pedonor mulai disuntik bius total. Bahkan jaringan syaraf juga ikut disuntik untuk memutus memori. Ketenangan pedonor sangat dibutuhkan dalam pecangkokan ini. Selagi pedonor dalam observasi. Penerima transplantasi juga diperiksa segala kesiapannya. Transplantasi jantung adalah proses pengangkatan jantung yang sudah tidak bekerja secara optimal dan menggantinya dengan Prosedur transplantasi jantung aman dilakukan selama pasien tetap menjalani pemeriksaan secara rutin setelah pasca operasi. Prosedur Transplantasi Jantung Operasi transplantasi jantung dilakukan demi keselamatan dan peningkatan kualitas hidup pasien. Secara garis besar, berikut ini adalah tahapan transplantasi jantung: Tahap pertama Menemukan donor yang tepat Bukan perkara mudah menemukan donor yang tepat. Biasanya, donor jantung berasal dari orang yang baru meninggal dengan kondisi jantung yang masih baik, misalnya karena kecelakaan lalu lintas atau mati otak. Meski sudah menemukan donor, banyak faktor yang harus dicocokkan, seperti golongan darah, ukuran jantung, dan seberapa parah kondisi penerima donor jantung. Selain itu, dokter juga akan mempertimbangkan risiko yang dapat dihadapi penerima donor. Perlu diketahui pula bahwa perpindahan jantung dari donor kepada penerima tidak boleh lebih dari 4 jam agar jantung tetap berfungsi dengan baik. Tahap ke dua Mengangkat jantung penerima donor Setelah jantung yang tepat diperoleh, dokter akan melakukan prosedur pengangkatan jantung pada penerima donor. Tingkat kesulitan dan lamanya proses pengangkatan jantung, tergantung pada riwayat kesehatan jantung penerima donor. Jantung yang sudah melalui beberapa kali tindakan pembedahan umumnya membutuhkan waktu lebih lama dan lebih sulit untuk diangkat. Tahap 3 Memasang jantung dari donor Proses implantasi atau penempatan jantung ke penerima mungkin menjadi prosedur termudah dibandingkan proses-proses sebelumnya. Bahkan, secara umum hanya dibutuhkan lima jahitan saja agar jantung dari donor bisa berfungsi dengan baik di tubuh barunya. Proses ini bertujuan untuk menyambungkan pembuluh-pembuluh darah besar di jantung baru ke pembuluh darah yang akan mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Semua sudah dilakukan selama dua belas jam melakukan proses pencangkokan. Semua tim hanya tinggal menunggu hasilnya. Kedua mayat anak juga menantu tuan besarnya telah diurus. Bahkan pemakamannya diumumkan secara live di semua stasiun televisi. Gerard sebagai kepala rumah tangga yang dipercaya oleh Eduardo Gabrielle Guetta, telah mengadakan konferensi pers. Bahkan Gerard melibatkan beberapa dokter untuk menyatakan kematian anak dan menantu dari tuan besar mereka, murni kecelakaan. Dokter memberi ringkasan apa saja yang menyebabkan sepasang suami istri ini bisa meninggal dunia. Selama satu minggu, kota berjulukan The Guetta's City itu dirundung duka. Hampir seluruh warga ibukota memakai pakaian hitam dan mengibarkan bendera bertuliskan EGC setengah tiang. Kepemimpinan Eduardo sangat dikagumi sosoknya. Kebijaksanaan serta keramahan juga kepedulian sosial. Membuat semua mata tertunduk kagum pada sosoknya. Kekuasaan itulah yang membuat Eduardo mempertahankan hidupnya. Walau harus mengorbankan kehidupan lainnya, yakni sang anak. SATU BULAN PASCA OPERASI. Eduardo tengah duduk di kursi roda. Masih dibantu dengan oksigen. Pria berusia enam puluh dua tahun itu, menatap jendela besar mansion pribadinya. Sesekali ia meraba jantungnya yang berdetak sangat cepat. Hingga tak ayal membuat napasnya sedikit tersengal. Sersngkai pemeriksaan terus dijalaninya agar jantung yang kini bersemayam di dadanya, mau bekerja secara baik dan semua organ vital menerima kinerja jantung muda tersebut. "Tuan harus banyak beristirahat," sebuah suara berat mengingatkan. Eduardo memutar tuas hingga kursi rodanya berputar dan kini menghadap Gerard. "Hmmm!" Eduardo mendesah panjang. Pria itu menggerakkan kembali tuas, hingga benda yang di dudukinya bergerak menuju ranjang super size-nya. Gerard membantu pria tua itu untuk berbaring di ranjangnya. Menarik selimut hingga tengah dadanya. Menggeser kursi roda sedikit jauh dari ranjang, tapi bisa dijangkau oleh pria tua itu. "Kapan aku sembuh, Gerard?" Tanyanya dengan suara serak dan lemah. "Bersabarlah, Tuan. Jantung anda masih sangat muda. Kinerjanya tentu meledak-ledak. Terlebih, pasti ia tahu bagaimana anda mengambilnya," jelas Gerard panjang lebar dengan ekspresi datarnya. "Hhhh ... kau meledekku, Gerard?!" Ucap lemah Eduardo mengingatkan Gerard. "Saya, tidak berani, Tuan," jelas Gerard sambil membungkuk hormat. "Bagaimana dia?" Tanya Eduardo. "Siapa dia maksud, Tuan?" Tanya Gerard. "Kau menjengkelkan, Gerard!" Ungkap Eduardo kesal. Gerard hanya mengangguk hormat. "Istirahat lah Tuan. Nona Paulina dan Tuan muda Edward, baik-baik saja." Eduardo hanya menghela napas. Ia sangat tidak yakin jika putrinya hanya diam saja ketika mengetahui jika kakak laki-laki yang dicintainya meninggal dunia. "Awasi terus putriku. Jika perlu beri dia kesibukan untuk mengatur pendidikan Edward. Bukankah ia mencintai Ayah anak itu?" Gerard hanya diam menunggu titah selanjutnya. "Katakan. Jika dia mencintai kakaknya. Uruslah dengan baik anaknya, agar mendiang kakaknya merasa dicintai walau ia telah tiada," lanjut pria tua itu. "Baik, Tuan," ujar Gerard kemudian beranjak untuk melakukan titah majikannya. Setelah mengatakan demikian. Entah mengapa, jantungnya yang dari tadi berpacu dengan hebat, tiba-tiba mereda. Eduardo menghela napasnya. "Begitu cintanya kah kau, sampai ketika aku menjabarkan apa tentang adik tercintamu, baru kau setenang ini?!" Ujarnya bermonolog. Seketika, Eduardo meringis ketika dadanya seakan teriris. Sakit. "Ah ... bahkan kau bisa sakit hati juga," lanjutnya. Kini Eduardo menenangkan pikirannya. Tujuannya adalah membuat Paulina bahagia, agar jantung putra yang kini bersemayam di dadanya itu tenang. ********** SATU TAHUN PASCA OPERASI. Semua kolega bisnis dan keluarga besar Guetta tengah berkumpul merayakan kesehatan Eduardo. Pria tua itu makin gagah dengan jantung barunya. Di sisinya berdiri Paulina dengan sangat cantik dan anggun. Eduardo masih mencari pasangan dari kalangan bangsawan untuk putrinya itu. Namun, setiap laki-laki yang menurutnya sesuai untuk sang putri. Jantung tiba-tiba berdenyut cepat, seakan tidak menerima pilihan sang ayah untuk wanita tercintanya. "Ck ... jantung ini bikin masalah. Bahkan aku merasakan betapa cemburunya aku ketika melihat putriku berdansa dengan pria lain," gumamnya sangat pelan dan hanya dia sendiri yang mendengarnya. Pesta berlangsung sangat meriah. Tapi, Eduardo tidak sampai usai pesta. Dengan alasan kesehatan, pria itu mundur di tengah pesta berlangsung. Dalam kamarnya. Pria itu terus meraba jantungnya yang berdetak dan bergemuruh. Bahkan bayangan Paulina yang sedang berdansa, mampu membuat napasnya sesak, karena detak jantung sangat cepat. Eduardo mengambil obat-obatnya. Ada sepuluh butir obat, langsung ia telan dan dibantu dengan minum segelas air. "Easy, Son!" Ujarnya sambil mengelus dadanya. "Dia adik kandungmu. Ia juga berhak bahagia. Daddy, ingin mencarikan bangsawan untuknya," ujar Eduardo pada jantungnya. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba ia tertawa lirih. Seakan gila karena berbicara dengan jantungnya sendiri. Tok ... tok ... tok! Bunyi pintu diketuk. Eduardo langsung menyuruh masuk. Sosok pria tegap datang membawa beberapa berkas. "Beberapa kolega mengajukan surat kerja sama dengan perusahaan, Tuan," lapornya sambil membungkuk hormat. "Mana kacamata!" Gerard memberinya benda yang diminta sekaligus menyodorkan berkas yang ada di tangannya. Eduardo membaca berkas-berkas yang ada. Ada yang langsung ditanda tangani, ada yang hanya dibaca, dan tidak sedikit banyak yang dicoret-coret. Eduardo menyerahkan berkas itu pada Gerard. Pria itu langsung tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya pada berkas-berkas itu. "Tiga hari lagi, kita akan rapat untuk mengangkat CEO baru. Aku rasa Edward sudah bisa menjalani jabatan itu. Jangan sampai ada keluarga di luar marga Guetta masuk nominasi!" Gerard membungkuk bertanda mengerti. Setelah mendengar titah tuannya. Pria itu berjalan keluar ruangan. Belum sampai pintu. Eduardo memanggilnya kembali. "Persiapkan putramu untuk mengganti dirimu," titah Eduardo. Gerard menunduk. Sebisa mungkin pria itu menekan perasaannya. Sungguh, ia tak ingin putranya ikut andil kejahatan yang akan tuan besar lakukan selanjutnya. Namun, karena hidup dan matinya sudah terbeli oleh tuan besarnya. Maka ia harus mematuhinya, suka atau tidak suka. 'Maafkan Ayah, Nak,' gumamnya dalam hati. Pria itu kembali berjalan dengan kepala tertunduk. Hatinya berada dalam dilema yang berat. Lagi-lagi keadaan yang memaksanya berbuat demikian. Sedangkan di dalam kamar. Eduardo hanya duduk dalam diam. Bukannya ia tidak mengetahui pergulatan hati pria kepercayaannya barusan. Sebenarnya, pria tua itu hanya ingin menggoda Gerard saja. Siapa sangka, ia mendapatkan sebuah pergolakan hebat dari bawahannya itu. "Maafkan aku, Gerard. Aku tidak bermaksud menyinggungmu. Kau akan tetap bahagia, tanpa kau menyerahkan putramu untukku," ujarnya bermonolog.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN