"Daddy kau tua sekali?" ujar Charlie dengan wajah polosnya. Sosok tua renta itu tersenyum. Netranya berkaca-kaca. Langkahnya gemetar hendak mendekati balita lucu menggemaskan yang mirip dengannya itu. Namun, tiba-tiba. "Charlie, kau di mana?" pekik Melinda. "Di simi Mommy sama Daddy tua lenta!" sautnya. Melinda yang mendengar kata-kata "Daddy tua renta," sedikit bingung. Ia pun berhambur ke depan di mana kios kuenya terletak. Betapa terkejutnya ia melihat sosok renta yang David perkenalkan tadi sebagai buyutnya. Melinda menyuruh masuk Charlie yang menatap setia, pria berwajah Daddy versi tuanya itu. Dengan pandangan waspada ia menatap pria yang kini berdiri dengan kaki gemetar. Melihat itu, Melinda menyadari jika pria itu tidak dalam keadaan baik-baik saja. "Mommy, tubuh Da

