Federica pun tak berani mengucapkan apa-apa lagi. Ia pun membereskan semua peralatan makanan yang kotor ke atas troli. Belum ia melangkah. Gerard menariknya dan langsung menaut bibirnya. Federica membalas tautan bibir pria idamannya. Bahkan dengan berani, wanita itu menggiring tangan Gerard untuk menyentuh dua benda kenyalnya. Ciuman itu makin lama makin dalam hingga, tiba-tiba. "Apa yang kau lakukan, kenapa kau berdiri mematung di situ?" sebuah suara besar mengagetkannya. Federica tersadar jika ia tadi ternyata hanya berkhayal. Gerard mendengkus kasar. Pria itu tadinya menyukai Federica, tapi, semenjak nyaris hilang tuan besarnya. Ia marah pada semua maid di mansion termasuk perempuan itu. "Kenapa masih diam di sana. Apa perlu aku menyeretmu keluar!" sentak Gerard yang membuat F

