Alea dan David kembali membawa masuk Keylo yang sudah terlelap untuk memberikannya kepada Eliza. Ia memilih untuk duduk di tempat semula disebelah Eliza dan membiarkan wanita paruh baya itu mengambil cucunya dari tangan Alea. “Keylo tertidur di pangkuanmu?” tanyanya lembut. Alea hanya mengangguk lalu melirik Venny dan Willy yang sudah tidak ada lagi di tempat. “Dimana Venny, Mom?” “Sedang berjalan-jalan bersama Willy, baru saja mereka keluar. Tidak bertemu?” Alea menggeleng. Ia memang tidak bertemu keduanya. Menghela napas pelan, Alea mencoba untuk memberanikan diri bertanya, “Bagaimana perjodohannya, Mom?” Eliza melirik Alea sejenak. Menilai raut wajah Aleea yang tampak datar namun waspada. Seakan tidak sanggup mendengar ucapan yang akan ia utarakan. Wanita paruh baya itu tersenyum m

