David melangkah masuk ke dalam apartemen Alea setelah membuka passcode yang berisikan hari lahir ibunda sepupunya itu. Apartemen itu langsung menuju ke ruang televisi. Disanalah ia melihat Alea tertidur lelap disandaran seseorang yang sangat dikenalinya. Seakan menyadari langkah seseorang, Willy menolehkan kepalanya hati-hati. “Kau sudah pulang?” David mengangguk. “Bagaimana keadaannya?” “Lebih baik,” sahut Willy disertai senyuman yang bermakna sesuatu. “Kau melakukan sesuatu?” tanya David menyelidik karena tahu bahwa Willy telah menyembunyikan sesuatu darinya. Lelaki itu menggeleng. “Aku hanya menghiburnya supaya tidak sedih.” “Dengan cara?” David tidak menyerah. Ia akan mengorek informasi sekecil apapun jika itu menyangkut dengan Alea. “Dengan cara pria sejati.” David mendengus k

