12

1037 Kata

“Cepatlah, kita akan terlambat!” seru Venny saat melihat Alea masih mencoba menghabiskan sarapannya mengingat gadis itu kembali telat bangun tidur. Lagipula, bukan sepenuhnya salah Alea karena ia merasa pusing di kepalanya. Tapi, Alea tidak mengatakan apapun karena tidak ingin membuat Venny khawatir. “Kau yang menyetir,” Alea melemparkan kunci mobilnya yang sigap di tangkap oleh tangan sahabatnya itu. Seketika dahi Venny mengernyit, tidak biasanya Alea menyuruhnya menyetir karena Alea orang yang tidak bisa hanya duduk diam di dalam mobil. “Tidak biasanya kau menyuruhku menyetir. Ada apa?” Alea menghela napas pelan. “Aku hari ini sedang tidak ingin melakukan apapun bahkan menyetir sekalipun,” pungkasnya cepat sambil masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi sebelah kemudi. Venny merasa bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN